Untuk Sahabatku, Adikku Nadhira dan nama dalam lauhulmahfudznya


pada sore hari saat kabut menyelimuti kota cianjur bertanda hujan akan turun, ada dua gadis kecil sedang sibuk bercerita di loby lantai 2 yang di naungi dengan atap Zad, iya..yang bernuansa putih itu , banyak yang  kami ceritakan karna hari - hari tak sempat bercerita sibuk dalam mengetik persyaratan sarjana, iyaa skripsi yang kami tulis dan persiapan untuk munaqosyah yang selalu menghantui pikiran dan hati, tiba - tiba sahabatku berkata, " Kk sepertinya aku akan menikah" Ucapnya ragu - ragu, aku pun terdiam bukan enggan  memberi komentar, namun hatiku tak bisa berbohong karna rasa kaget dan rasa kekhawatiran itu datang," Jadi dengan laki - laki yang bernama "Naufal" " Ucapku bertanya dengan rasa penasaran iya.. Nama itu yang menjadi topik cerita yang ia sampaikan baru di hari lebaran ia mengatakan bahwa naufal sedang berkenalan dengan keluarga,namun secepat itu Allah menakdirkan adik kecilku ini hingga fase berfoto beckground biru itu.iyaa secepat dan semudah itu jika Allah berkehendak"Iya kk,mungkin banyak sekali pertanyaan² yang ada di diri kk dan kekhawatiran, pun sepertinya itu yang menjadi pertanyaan² pada diriku, namun setiap kali aku beristikharah, ada ketenangan dan kemudahan menyertainya" Ucapnya sambil melihat pemandangan di luar, " Jika memang itu jawabannya, maka lanjutkan, banyak sekali keinginan dan rencana manusia, merasa bahwa itu terbaik, namun Allah lah yang lebih tau mana yang terbaik untuk dirinya, apa yang ia butuhkan,  dan apa yang pantas untuk ia tempuh" Ucapku menenangkan, iyaa.. Sebetulnya ucapan itu belum menyerta hatiku yang masih dalam kekhawatiran, namun rencana Allahlah  yang paling terbaik ucapku dalam hati untuk menenangkan diri sendiri. 

Dari banyaknya rencana yang ia katakan, ia selalu berkata bahwa pernikahan belum menjadi tujuannya, namun jika Allah berkehendak dengan takdir yang lebih indah ini ,kenapa tidak?, "mungkin rencana - rencanamu lebih berwarna jika dengan teman yang bisa menemani seumur hidup zaa, dengan imam yang membimbingmu, dengan ia yang membuatmu tenang jika keluar rumah dan ia yang selalu menjaga muruah dan iffahmu " Ucapku menenangkan saat ia berkata tentang cita- cintanya. 

Surat terbuka Untukmu Nadhira Fairuzana

Untukmu Adikku, sahabatku, yang tercinta, yang terkadang menjadi kk kecil saat aku membutuhkan nasehat juga. 

Tibalah waktunya kamu berubah fase kehidupan menjadi seorang Istri dan akan menjadi Ibu in Syaa Allah, terimakasih telah ada pada lembaran - lembaran kehidupanku, mewarnai setiap lembaran itu, zaa.. Allah tau  kamu bisa menempuh ibadah yang panjang ini, ibadah ini bukan di lihat siapa yang cepat dan lambat, namun yang tepat, dan yang mampu, Allah amanahkan ini jauh lebih cepat dari yang lain, karna dirimu mampu zaa.. , maka peganglah amanah itu, sabarlah menghadapi rintangannya, tetaplah istiqomah di atas jalannya, sandarkan Allah di setiap langkah - langkahmu walau sekecil Apapun itu, tetap bersyukur dan ikhlas dalam menjalani setiap hentakan kaki yang kamu gerakan untuk menuju surganya, zaa.. Hormati ia yang menjadi imammu, taatlah pada kata - katanya karna itu juga kunci menuju surga. 

Untuk nama yang bersandar di dekat Nadhira sahabatku, nama yang Allah tulis di lauhul mahfudznya, ustadz Muhamad Naufal Ridwan

Pernikahan itu seperti mendaki gunung, ia indah ketika melihatnya dari kejauhan, indah sekali, namun ketika memasuki dan mulai mendakinya akan ada banyak rintangan yang menghalangi ada dahan besar yang akan menghalangi jalan kalian, ada binatang buas yang akan datang,maka tolong jaga adik kecilku ini, jagalah ia, lindungilah ia, jadillah sandaran kokoh untuk pendakian kalian berdua menuju puncaknya yaitu surga, nasehati dengan baik jika dia salah, bimbing ia jika dia goyah, jadilah dirimu sahabat yang ada saat duka dan bahagia, usaplah air matanya ketika jatuh, berbahagialah di atas kebahagiaannya, rawatlah ia karna dia harta terbesarmu , mutiaramu, gelas kacamu, jangan sampai ia retak karna untuk memulihkannya itu sangat sulit. 


Sekian nasehat kecil yang tersirat, mungkin kalian lebih paham, ini sebagai pengingat saja, maaf bila ada kata - kata yang salah dan kepada Allah aku memohon ampun , semoga Allah selalu menjaga klian berdua dan keluarga kecil kalian, semoga sakiinah mawadah wa rahmah, 

Maafkan jika belum bisa datang di hari kebahagiaanmu sahabatku , semoga mahkota itu bisa mewakiliku.. 


Sahabatmu 

Nurul Aini Mutmainah




Komentar

Postingan Populer