BIARLAH KAMU MENJADI MATAHARI YANG TERBENAM


 Aku pernah mengaggumi langit  malam yang indah,membuatku merasakan kehangatan karna ada sang Bintang yang menemani Rembulan-Nya, sang Rembulan merasakan kenyamanan yang sangat luar biasa karna ia bisa mencerahkan malam namun tak sendirian ia bersama bintang baru, setiap langkah setiap ukiran pertemuan ia selalu merindukan-Nya  karna-Nya lah , ia tak takut kegelapan dan bersinar menyinari makluk dunia yang membutuhkan, hingga akhirnya Allah jadikan sinarnya menjadi Matahari yang berbeda dengan rotasi sang Rembulan,  sang Rembulan pun bertanya dengan kemarahan" Kenapa wahai Raab, bukankah ia itu baik untuk menjadi bintangku, bukankah kami tetap menjadi hamba yang menuruti perintahmu, kami sudah menerangi muka bumi dengan sinar yang kami usahakan ini" saat itu Allah belum menjawab keluh kesahnya, iapun menangis dengan tersedu - sedu sambil merenungi nasibnya yang merasa sendiri itu,lalu Raabnya berkata" wahai hambaku, bukankah ada bintang - bintang yang lain-Nya yang ku siapkan untukmu, pun ia telah lama berada di dekatmu, namun matamu hanya tertuju dengan bintang yang belum lama datang padamu, sungguh ketahuilah kamu bisa menerangi muka bumi itu, bukan karna bintang yang kau tangisi itu, namun karna bintang -bintang yang telah lama ada di dekatmu, dan kamu mulai rapuh terhadap tujuanmu, kamu hanya bersenang - senang dengan bintang itu tanpa kamu mensyukuri apa yang telah ku siapkan dan mensyukuri keberadaan bintang - bintang yang lain itu, sungguh bintang itu lebih baik menjadi Matahari agar kau bisa menjadi Rembulan yang taat pada perintahku aku akan memberikan bintang yang lebih baik dari dia ", lalu sang Rembulan pun menyadari kesalahanya dan menerima ketetapan Yang Allah telah tetapkan padanya, Maka biarlah ia menjadi Matahari yang terbenam, dan aku menjadi Rembulan yang tetap taat dan bersyukur terhadap perintah dan ketetapan Allah .


BUKAN SEKEDAR TENTANG BINTANG DAN REMBULAN 😌

Komentar

Postingan Populer